Amerika..oh..Amerika…

Usaha pelegalan tindakan penyerangan ke Irak terus dilakukan, setelah kemarin pihak Amerika membeberkan  bukti-bukti yang menurut mereka akan melegalkan niatnya, PERANG! Bukti itu adalah seperti pembicaraan melalui telepon para pihak petinggi Irak untuk memindahkan amunisi dn beberapa gambar sebelum dan sesudah adanya pemeriksaan oleh tim PBB yang memperlihatkan kecurigaan, menurut mereka. Tapi Hal ini tidak merubah sikap anggota Dewan Keamanan PBB, seperti Prancis, Rusia dan Cina kecuali Inggris yang tetap mendukung. Dewi Fortuna Anwar Peneliti LIPI berkata,”Powell memberikan bukti-bukti yang sudah usang, bisa saja foto yang ditampilkan dalam layar monitor oleh Powell adalah gedung tempat lain”. Ketidakpuasan atas laporan tim pemeriksa PBB berlanjut dengan perpanjangan masa inspeksi.

Yang menjadi pertanyaan,mengapa Bush dengan Amerikanya begtu ngotot hendak melancarkan agresi dan intervensinya ke Irak? Berikut pemaparan Riza Sihbudi, seorang analis politik Timur Tengah yang dikutip di Koran Tempo. Yang menjadi alasan dibalik ambisi “binatang” Amerika adalah, pertama, Bush menggunakan isu perang Irak untuk menutupi berbagai ketidakberhasilannya mengatasi persoalan sosial-ekonomi di dalam negerinya sendiri. Kedua, keinginan Bush untuk melampiaskan dendam keluarganya terhadap Saddam. Saddam konon pernah berupaya membunuh ayahnya. Ketika membombadrdir Irak, Bush senior memang berhasil mengusir Irak dari Kuwait, namun ia gagal menggulingkan kekuasaan Saddam. Ironisnya yang kemudian “terguling” dari kekuasaan karena kalah dalam Pemilu, dan ini yang akan ditebus oleh sang anak.

Ketiga, ingin menutupi kegagalan dalam menguber Usamah bin Laden dan Mullah Umar di Afganistan. Keempat terinspirasi oleh keberhasilannya membuat rezim boneka di Afganistan, dan ingin melakukan hal yang sama di Irak. Dan juga kandungan minyak yang dimiliki oleh Irak yang saat ini memiliki cadangan yang terbesar di dunia. Menguasai minyak Irak sangat berarti, baik bagi AS dan Bush pribadi yang keluarganya memiliki bisnis minyak.

Kelima, seperti dalam kasus kampanye antiterorisme yang dikembangkan AS, dimana elite politik Gedung Putih yang sebagian besar lebih senang dengan mengedepankan pendekatan pragmatis dan sangat militeristis. Yang ada dibenak mereka hanya perang dan perang. Sementara itu, persoalan hak-hak asasi manusia dan demokrasi dikesampingkan. Keenam, sikap pro-Israel. Yaitu untuk mengeliminasi ancaman militer Arab terhadap Israel. Tadi sedikitnya enam penyebab alasan dibalik “nafsu” AS.

Bahkan ada rumor yang menyatakan, pada saat perang Irak-Iran AS memasok bahan senjata kimia dan biologis sebagai senjata pemusnah massal. Maka begitu ngototnya AS menyatakan kalau Irak menyimpan dan mengembangkan senjata-senjata tersebut.

Perang adalah tindakan “super jahat dan super kekerasan” dari sisi kemanusiaan. Karena begitu mudahnya mengorbankan orang dan akan banyak menelan korban baik yang terlibat maupun yang tidak tahu apa-apa. Sungguh ironis AS negara “agung” yang selalu mengagung-agungkan HAM dan demokrasi diseluruh dunia, tapi malah melakuakn tindakan yang mengabaikan HAM dan demokrasi tersebut. Untuk itu tekanan harus tetap dilakukan kepada AS untuk tidak menunaikan niatnya yang jahat. Menciptakan dunia yang damai tanpa perang adalah “mimpi” kita semua. (ad/070203)

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: