BELAJAR DARI SHALAT JAMAAH

Dalam menegakkan shalat, kita dianjurkan untuk mengutamakannya secara berjamaah. Dengan keutamaan itu, kita mendapatkan pahala yang lebih besar dari pada shalat sendiri-sendiri. Selain pahala yang didapatkan lebih besar juga ada hal lain mengapa kita mengutamakan shalat secara berjamaah.

Ada tiga hal sedikitnya yang dapat kita petik, dan menjadi pelajaran bagi kita. Hal-hal itu adalah kedisiplinan, keharmonisan dan kesetaraan. Pertama kedisplinan, dalam shalat berjamaah gerakan kita diwajib untuk mengikuti imam, sebagai pemimpin shalat jamaah. Kita paling tidak dapat belajar berdisiplin disini, karena kita tidak boleh melanggar dan mendahului gerakan dari imam.

Yang kedua keharmonisan, dapat terlihat dalam gerakan shalat yang secara teratur dan serentak menggambarkan sebuah keharmonisan. Dan yang terakhir adalah kesetaraan, tidak ada pembedaan atau diskriminasi dalam shalat berjamaah, mau tua atau masih anak-anak dibolehkan untuk berjamaah. Tak ada pembedaan untuk posisi shaf, bukan jabatan, kedudukan, uang atau apapun yang bersifat duniawi yang dapat menetukan shaf. Karena kita semua dimata Allah adalah sederajat, hanya iman dan amal shaleh yang membedakannya, itupun yang tahu hanya Allah.

Tiga hal diatas merupakan hal yang dapat kita ambil sebagai pelajaran buat kita bersama, kedisiplinan, keharmonisan dan kesetaraan. Alangkah indahnya jika ketiga hal tersebut kita praktekkan kedalam kehidupan kita sehari-hari.

Disiplin terhadap segala kewajiban kita, karena pengalaman mengajarkan untuk maju kita harus disiplin dalam segala hal, walaupun terasa sulit, tapi kita dapat melakukannya secara perlahan mulai dari yang kecil-kecil dahulu. Betapa indahnya kita dapat hidup harmonis, berdampingan tanpa ada konflik. Segala sesuatu dapat berjalan lancar jika ada keharmonisan dalam unsur-unsur yang terkait.

Begitu juga dengan kesetaraan, karena sekali lagi pada dasarnya kita sederajat, sungguh tidak adil jika kita melakukan diskriminasi terhadap seseorang. Karena kita semua adalah sama. Sebuah kepedulian dapat timbul karena adanya kesetaraan sehingga menimbulkan perasaan senasib. Selain itu dengan kesetaraan kita dapat menghindari sifat sombong. Marilah bersama kita amalkan, walaupun secara bertahap. Wa-llãhu a‘lam bi-l-shawãb. (ad) 150103

 

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: