BIAS INFORMASI KARENA KEBERPIHAKAN MEDIA

Agresi militer AS dan sekutunya ke Iraq telah berlangsung lebih dari dua minggu. Selam itu pula lah perhatian seluruh dunia tertuju ke sana, termasuk media. Media, khususnya TV menjadi acuan bagi pemirsa di seluruh dunia untuk mengetahui apa yang sedang terjadi di negara tersebut.

Media barat yang di wakili oleh CNN, FOX TV dan BBC ‘melawan’ TV Al-Jazeera dari Qatar. Media TV kembali menjadi alat propaganda.Perang semakin jauh masuk dalam kehidupan manusia-bahkan ruang keluarga, sampai jarak setengah putaran bumi sekali pun. Teknologi komunikasi memungkinkan Iraq melawan propaganda Amerika melalui media yang mereka kusai, dan dunia lebih terbuka memilih informasi mana yang dapat di percaya. Bagaimana bias media dalam perang Iraq kali ini, membentuk sikap dunia, atau mengubah dunia…?

Dalam sebuah acara diskusi yang diadakan di Hotel Sahid Jakarta, diprakarsai oleh Radio Namlapanha, membahas tema “Bias Perang Iraq Di Media Dunia”. Dengan menghadirkan narasumber antara lain, Eriyanto peneliti media dari ISAI, Greta Morris, Konsuler US Embassy untuk urusan publik, Ulil Abshar Abdalla, JIL, Jason Tejakusuma, koresponden Time di Jakarta, dan Uni Lubis dari TV 7.

Kebutuhan akan informasi dewasa ini mulai menjadi sesuatu yang penting, bahkan bagi beberapa pihak dijadikan sebagai ‘kebutuhan pokok’. Bahkan dalam konvensi HAM, kebutuhan memperoleh informasi manjadi poin hak asasi. Menurut Eriyanto, kecenderungan baru terjadi di mana media menjadi sangat penting posisinya. Bahkan dalam posisinya menjadi sama penting dengan serangan fisik, dalam situasi perang.

Kritikan datang dari Howard Kuds (Washington Post), terhadap keikutsertaan wartawan dalam pergerakan tentara. Pertama, kesulitan untuk independen bagi liputan perang, karena wartawan berada dalam kondisi atau perasaan yang senasib dengan para tentara. Kedua, terdapat distorsi informasi. Ketiga, dalam liputannya, korban perang menjadi luput, karena liputannya fokus dalam pergerakan tentara.

Menurut Ulil, Al-Jazeera saat ini ‘menjadi hero’, karena memberikan informasi yang lain. Secara kerangkanya mereka bersikap menolak perang bertolak belakang dengan media barat secara ‘mainstream’. Media telah menjadi propaganda, karena adanya kepentingan untuk melayani pemirsanya. Hal senada diungkapkan oleh Uni, dimana posisi pers sulit untuk netral dalam kondisi yang seperti ini. Al-Jazeera menjadi ‘corong’ bagi rakyat Iraq yang menjadi korban kemanusiaan, yang tidak diangkat oleh media lain.

Secara jujur Time mengakui adanya bias dalam liputannya, karena ada keterkaitan dengan media barat, menurut Jason.

Greta morris, mengatakan, tidak ada kebijakan khusu dari pemerintahnya dalam liputan perang. Di AS terjadi perubahan sikap dari menolak perang menjadi mendukung perang saat perang terjadi.

Ketika Uni mengatakan adanya global sensorship (penyensoran global) terhadap pemberitaan sejak peristiwa 11 September memberikan dampak pada negara lain terhadap pers, karena AS terkenal dengan kebebasan persnya melakukan penyensoran apalagi bagi negara yang pemimpinnya otoriter. Dan juga keterbatasan akses dalam memperoleh informasi atas sumber-sumber militer di Pentagon. Wakil kedubes AS menanggapi dengan menyatakan, mungkin disebabkan informasinya sensitif dan berkaitan dengan masalah keamanan negara.

Banyaknya pilihan akan sumber informasi yang dapat diperoleh menimbulkan keuntungna dan kebingungan, bagi ‘penikmatnya’. Keuntungan yang didapat, dimana dengan banyaknya pilihan terjadi cek keseimbangan dan konfirmasi terhadap kebenaran inforamsi, yang tidak lagi dimonopoli oleh satu pihak saja. Seperti yang terjadi pada ‘jaman’ Orba. Kebingungan terjadi karena banyaknya informasi yang kita dapat sehingga sulit untuk menentukan kebenarannya dan adanya kesimpang siuran informasi tersebut.

Untuk mengatasi hal tersebut paling tidak ‘pemirsa’ dituntut untuk lebih kritis dalam memperoleh informasi. Dan pengambilan sikap oleh pemirsa. Jadi ‘pemirsa’ lah yang dapat menjadi penentu terhadap kebenaran informasi yang diperoleh.

Sikap yang diambil tidak ada yang lain kecuali MENOLAK PERANG !!!. (ad/060403)

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: