GANDRUNG MENDEKATKAN DIRI PADA SANG KHALIK, HANYA TREND ?

Akhir-akhir ini kegiatan manajemen kalbu, dzikir bersama dan ilmu-ilmu sufi mulai ramai diminati oleh sebagian besar masyarakat kota. Manajemen qolbu olahan AA Gym, begitu di’gandrungi’, dengan selalu ramainya penyelenggaraan pelatihan manajemen qolbu, bahkan dengan biaya sekitar Rp 600 ribu, larisnya bukan main. Dzikir bersama, metode yang ‘dipopulerkan’ oleh Ust Arifin Ilham juga selalu dipadati dengan peserta. Begitu juga dengan ajaran-ajaran Sufi juga mulai diminati, seperti dalam acara yan dilakukan di sebuah daerah di Puncak dengan mendatangkan ahli Sufi dari Amerika.

Manajemen qolbu adalah nama sebuah pelatihan tentang me-manage hati, sehingga menciptakan hati yang bersih dan tulus. Sedangkan dzikir bentuk usaha dalam pendekatan diri kepada sang Khalik, Pencipta alam semesta dan isinya, dengan mengagungkan nama Allah dan dipanjatkan sesusai Shalat. Dan sufi yang merupakan bagian dari tasawuf, adalah sebuah ajaran mendekatkan diri kepada Allah SWT, dimana dzikir termasuk di dalamnya. Sufi yang terkenal adalah Jalaluddin Rumi.

Kesemuanya pada intinya adalah bentuk dan upaya dari manusia dalam mendekatkan diri kepada Penciptanya. Fenomena yang terjadi ini merupakan hal yang ‘mengaggumkan’, karena mulai terjadi kesadaran pada manusia tentang keberadaannya di sisi sang Penciptanya.

Sebagai jalan kembali ke jalan keimanan, kembali kepada keberadaan manusia sebagai hamba Allah, bentuk koreksi diri dan melepaskan unek-unek, adalah beberapa alasan yang diungkapkan oleh ‘peserta’ kegiatan di atas. Perubahan yang terjadi ini bagaikan ‘udara segar’ bagi kehidupan beragama, khususnya Islam. Dan menunjukkan semakin ‘salehnya’ manusia.

Selama ini kita dihadapakan pada kehidupan yang mulai tidak ‘mengenal Tuhan’. Dan banyak Ulama dan Ustadz bahkan menyebutnya kehidupan ‘jahilyah’. Di tengah-tengah kehidupan ‘yang karuan’, hal ini mudah-mudahan dapat menjadi ‘pelopor’ untuk kembali ke dalam kehidupan yang lebih baik.

Ini banyak terjadi pada masyarakat perkotaan, yang ‘terkenal’ telah mulai menjauhi kehidupan spiritual dan lebih kepada masalah duniawi. Bila dilihat dari fenomena sosial, hal ini dapat diakibatkan dari ‘efek’ modernisasi, khususnya di daerah perkotaan. Modernisasi adalah proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan masa kini. Proses modernisasi ini menimbulkan ‘efek’ negatif yang salah satunya adalah perasaan terasing secara psikologis dari gaya hidup (1), keterasingan manusia modern telah nenjadikan ritual keagamaan sebagai usaha pelarian atau pencarian jati diri (2).

Adanya tuntutan untuk dapat hidup sesuai dengan masa kini, dalam kehidupan modern ini lah yang menyebabkan banyak terjadinya perubahan. Perubahan ini terjadi dalam banyak sektor, bahkan sampai kehidupan beragama itu sendiri. Perubahan sudah merupakan “Sunatullah’ yang tak dapat di ‘tahan lajunya’. Namun perubahan menuju kebaikanlah yang diharapkan. Sebab itu Agama sebagai landasan kehidupan harus dapat di jadikan ‘pembimbing’ proses perubahan, sehingga tidak ‘melenceng’.

Perubahan yang terjadi pada kehidupan masyarakat kota, dalam melakukan pendekatan diri kepada sang Khalik dapat di jadikan momentum perubahan yang ‘dibimbing’ oleh Agama. Jangan sampai perubahan positif yang terjadi ini hanya di jadikan trend gaya hidup saja. Karena jika trend itu telah berlalu maka akan kembali kepada kehidupan ‘yang lalu’ setelah kembali ke jalan keimanan. Karena ‘umur’ sebuah trend tidak lah panjang, seperti dalam dunia fashion yang selalu berubah dalam setiap tahunnya. Mencari suasan baru dan mengatasi kebosanan rutinitas setiap hari, merupakan alasan-alasan lain dari ‘peserta’ kegiatan-kegiatan itu.

Menciptakan kesadaran beragama adalah tindakan yang lebih baik, dibanding melakukan ‘paksaan’ untuk beragama. Karena dalam beragama di butuhkan ketulusan dan hati yang bersih-meminjam istilah manajeman qolbu. Bila dengan paksaan akan sulit ditemukan ketulusan dan hati yang bersih tersebut. Wallahu’alam. (ad060403)

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: