Kisah Kasihan Polisi

Kenaikkan harga dan tarif yang merupakan kebijakan dari pemerintah, sebagai upaya pelaksanaan APBN, yang berupaya mengurangi defisit anggaran dengan tidak melakukan peminjaman dari luar negeri, maka dilakukan pengurangan subsidi yang diberikan kepada harga dan tarif yang dinaikkan.  Dirasakan memberatkan rakyat kecil, dimana kehidupan mereka yang tak kunjung membaik, tak sedikit pun memperlihatkan “cahaya” untuk bergerak ke arah lebih baik.

Reaksi yang terjadi adalah penentangan terhadap kebijakan tersebut berupa aksi unjuk rasa. Di tengah gencarnya aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh berbagai kalangan ada satu pihak yang merasakan dilema. Karena terbentur oleh tugas yang diembannya. Pihak tersebut adalah aparat kepolisian khususnya yang berpangkat rendah, yang bertugas untuk mengamankan jalannya unjuk rasa.

Dilema yang dihadapi adalah antara memilih ikut berunjuk rasa dengan rekan-rekan yang berjuang menentang kebijakan, karena dengan diterapkannya kebijakan tersebut mereka juga merasakan dampaknya yaitu bertambah berat beban yang dipikul, karena gaji yang diterima pun tak besar, jauh dibanding para atasannya yang dapat hidup makmur. Atau memilih  mengabdi kepada negara yang merupakan tugasnya sebagai aparat penegak hukum.

Mereka hanya dipisahkan oleh seragam yang dikenakan, bukan tak mungkin jika mereka tidak menggunakan seragam kebesarannya, mereka akan berada ditengah-tengah para pengunjuk rasa. Seperti diketahui minimnya penghasilan aparat yang berpangkat rendah, mendorong mereka melakukan tindkan di luar hukum, atau melakukan “aksi damai” dengan pelanggar lalu lintas bahkan sampai menjadi beking pihak tertentu dalam melakukan tindakan di luar hukum.

Atau dengan kata lain aparat tersebut juga termasuk rakyat kecil yang tak punya kuasa, yang hanya patuh pada perintah atasan tanpa terkecuali, tanpa dapat menolak. Yang berarti juga akan menerima dampak kenaikkan harga yang terjadi. Pada aksi unjuk rasa, tak jarang aparat menjadi cemoohan para pengunjuk rasa, atau menjadi sasaran ketidakpuasan pengunjuk rasa. Padahal posisinya di situ hanya menjalankan tugas yang mulia yaitu mengabdi kepada negara. Yang mungkin juga tak kalah mulia dari pengunjuk rasa yang berjuang untuk rakyat kecil. Memang ada beberapa oknum yang terlihat memancing emosi dari pengunjuk rasa.

Sangat disayangkan jika aksi yang unjuk rasa tersebut hingga terjadi bentrokan, karena kedua belah pihak adalah pihak-pihak yang menerima dampak dari kebijakan yang sedang dipertentangkan. Jika diberikan pilihan kepada para aparat yang di lapangan, mungkin secara jujur mereka akan ikut menentang kebijakan tersebut. Tapi mereka tidak diberi pilihan dan tak memilki daya untuk menolak tugas yang diterimanya. Bentrokan hanya akan menambah derita kedua belah pihak, karena keduanya sama-sama menanggung dampak kebijakan itu, yang dirasa memberatkan rakyat, karena keduanya adalah sama-sama rakyat kecil. (ad160103)

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: