Kurban=Persembahan

Hari besar umat Muslim-mungkin terbesar yang kedua setelah hari raya Idul Fitri-telah kita lalui. Mudah-mudahan tulisan ini belumlah telat untuk mencoba memaknai Hari besar tersebut. Hari raya ini biasa disebut Idul Adha, atau lebih akrab dengan sebutan Idul Qur’ban. Menjelang hari raya ini biasanya mulai “berserakan” hewan-hewan ternak, kambing dan sapi. Hewan-hewan inilah yang nantinya akan disembelih untuk kurban, sebagai bentuk ritual ibadah bagi umat Muslim.

Alkisah, dahulu riwayatnya, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembelih putranya Nabi Ismail. Perintah yang sungguh berat bagi seorang manusia, dimana harus menyembelih darah kandungnya sendiri. Tapi dengan keimanan yang sangat “tinggi”, Nabi Ibrahim menjalankan perintah tersebut. Namun, pada saat penyembelihan ternyata Nabi Ismail ditukar dengan hewan (domba). Sejak saat itulah penyembelihan hewan kurban menjadi sebuah ibadah bagi umat Muslim hingga sekarang.

Tradisi penyembelihan atau pengurbanan ini tidak saja ada pada jaman Nabi Ibrahim saja, atau tidak saja ada pada agama Islam saja. Banyak kepercayaan-kepercayaan lain juga melakukannya. Bahkan bukan saja hewan yang menjadi kurbannya tapi manusia. Biasanya ini dilakukan oleh para penganut animisme, sebagai bentuk persembahan bagi sang Khalik-bagi penganut aliran kepercayaan. Persembahan yang dilakukan ini diharapkan agar Yang Maha Kuasa-bagi penganut paham animisme, di Indonesia ada yang dinamakan dengan kejawen-memberikan keberkahan dan kemakmuran bagi kehidupan di dunia. Menjadi pertanyaan, apa bedanya persembahan yang dilakukan oleh para penganut animisme dengan umat Muslim ?

ac� i࿘ ��� ini lebih karena disebabkan ketidakmampuan dari daya tampung jalan di Jakarta karena begitu tingginya volume kendaraan yang ada di jalanan Jakarta. Dan hal utama yang lainnya adalah tingkat kedisiplinan dari para pengguna jalan di Jakarta.

Dua faktor di atas, tingginya volume kendaraan dan tingkat kedisiplinan, lebih “pantas” di “tuduh” sebagai biang keladi kemacetan. Justru busway di bangun dengan maksud sebagai salah satu solusi bagi kemacetan di Jakarta. Harapan untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke angkutan umum (busway) adalah tujuan dari proyek busway. Sehingga dengan begitu, dapat mengurangi jumlah volume kendaraan yang beredar di Jakarta.

Nah, sekarang tinggal bagaimana kemamuan dari para pengguna kendaraan pribadi di Jakarta, apakah mau mengorbankan sedikit kenyamanan berkendaraan pribadi dengan  beralih ke angkutan umum atau tidak. Memperbaiki tingkat kedisiplinan dalam berkendara di jalan dengan mematuhi aturan yang ada, diharapkan dapat juga membantu mengatasi kewajiban.

Sebab, jika busway itu memang tidak diinginkan keberadaannya oleh masyarakat, tapi kenyataanya busway selalu di penuhi oleh penumpangnya. Yang dibutuhkan Jakarta sebagai salah satu solusi kemacetannya adalah pembangunan transportasi masa yang terintegrasi dan nyaman bagi para penggunanya. Memang, tingkat kenyamanan menggunakan fasilitas busway belum mencapai tingkat yang benar-benar memuaskan, tapi bukan berarti busway mesti dihapuskan dari “jagat” Jakarta. Tentunya perbaikan untuk mencapai tingkat kepuasan yang diinginkanlah yang mesti dilakukan dibanding harus menghapus busway. Jangan lupa juga pengawasan terhadap proyek busway tersebut dari tindakan korupsi. Karena bagaimanapun juga dana yang digunakan dalam proyek busway adalah dana rakyat yang mesti jelas dan  benar penggunaan dan pertanggungjawabannya.

Jadi sekarang apakah para pengguna kendaraan pribadi mau mengorbankan kenyamanan yang didapat dari berkendaraan pribadi untuk beralih ke angkutan umum ? Maukah para pengguan jalan lebih berdisiplin pada aturan lalu lintas jalan ? Atau tetap pada masing-masing egonya hingga yang didapat adalah kemacetan yang tak kunjung usai. Kasian atuh kalau busway yang terus-terusan dijadikan penyebab kemacetan Jakarta, tapi penyebab lain kemacetan Jakarta tidak “disenggol”. Hidup busway lah, tetap semangat.

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: