Perlukah “Nilai” Agama???

Pendidikan agama adalah salah satu hal yang penting bagi kita. Lewat pendidikan ini kita diharapkan dapat menjadi manusia yang bermoral, sesuai dari tujuan dari agamanya masing-masing.

Semasa kita sekolah atau kuliah-menuntut pendidikan formal- ada salah satu mata pelajaran yang namanya agama. Mata pelajaran itu sesuai kepada agam yang dianutnya, seperti agama Islam, agama Kristen, agama Hindu dan lainnya. Banyak diantara kiat yang berprestasi bagus dalam mata pelajaran ini.

Prestasi bagus yang dimaksud adalah dalam betuk standar nilai, yang tertuang dalam lembar rapot atau hasil ujian siswa. Hampir tidak ada siswa yang mendapat nilai buruk dalam mengikuti pendidikan agama kecuali siswa itu bermasalah demean guru ataupun lembaga pendidikan tersebut. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar dari siswa (termasuk kita di dalamnya) memiliki moral dan tingkah laku yang baik.

Kesimpulan di atas menjadi meragukan ketika kita melihat pada kehidupan sehari-hari (dimana kita banyak mengetahuinya). Siswa (sekali lagi kita yang termasuk juga di dalamnya) tersebut tidak mencerminkan apa yang didapatkannya dalam pendidikan agama dalam sehari-harinya. Dengan kata lain tidak ada yang menjamin bagi siswa yang bernilai baik dalam pendidikan agama juga memiliki “nilai” yang baik dalam kehidupannya. Lalu akan timbul pertanyaan “buat apa ada pendidikan agama?”

Hal ini menjadi sebuah dilemma terhadap mata pelajaran yang satu ini, berati ada yang salah. Kesalahan tersebut sulit diketahui, apakah dari metode pendidikan atau dari siswanya itus sendiri.  Jelas akan terjadi “huru-hara” jika mata pelajaran yang satu ini dihapuskan dalam pendidikan formal. Bisa-bisa lembaga pendidikan yang menghapusnya akan dicap tidak bermoral dan berakhlak.

Menurut saya betapapun yang namanya pendidikan agama hukumnya adalah wajib, bagi lembaga pendidikan dan wajib dipelajari oleh siswa. Namun yang namanya nilai atau standarisasi harus dihapuskan. Tidak ada lagi penilaian dalam pendidikan agama. Karean semua itu lebih banyak tidak berguna, hanya akan menjadikan “kotoran” di lembar rapot atau hasil ujian. Nilai-nilai yang semu. Hal ini juga tidak hanya berlaku pada pendidikan agama tapi juga pada pendidikan moral seperti PMP.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, tidak ada jaminan dengan nilai yang baik dalam pendidikan agama akan mengahsilkan manusia yang bermoral, berakhlak dan berprilaku “manis”. Padahal seharusnya dengan nilai yang baik, yang diperolehnya dalam belajar agama akan menciptakan manusia yang bermoral, berakhlak dan berprilaku “manis”. Jika melihat realitas yang terjadi jelas tujuan dari pendidikan agama tidak terwujud.

Sebuah pendidikan agama tanpa ada standar nilai menurut saya lebih baik. Standar nilainya akan terbentuk dengan sendirinya dalam moral, akhlak dan prilaku dari siswa itu sendiri dalam kehidupan sehari-harinya. Tidak usah dicantumkan dalam lembaran rapot atau ujian yang akhirnya-sekali lagi-hanya menjadi “kotoran” dari lembaran tersebut.

Tapi hal ini tidak begitu saja menyelasaikan permasalahan, karena akan timbul masalah yang baru. Yaitu, keinginan, kesadaran dan motivasi dari siswa untuk mengikuti pendidikan agama akan surut. Karena merasa pelajaran ini menjadi tidak penting karena tidak tercantum dalam rapot, sehingga tidak mempengaruhi dalam kenaikan kelas. Trend atau kecenderungan yang terjadi adalah siswa belajar untuk mendapat nilai yang bagus bukan untuk memperoleh ilmu. Ini sebuah paradigma yang salah, yang telah ditanamkan oleh para orang tua kita dari jaman kanak-kanak.

Sebuah solusi yang ditawarkan adalah bagaimana membangkitkan kesadaran, keinginan dan motivasi siswa agar tetap memandang pandidikan agama sebagai kebutuhan. Kebutuhan dalam kehidupan masa depan baik di dunia maupun diakhira, bukan kebutuhan untuk naik kelas.

Yang akhirnya tercipta kesadaran dan motivasi untuk belajar agama tanpa “nilai” (ad250203)

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: