Ramalan Bintang Boleh Ngga Sih ?

Astrologi atau ilmu perbintangan yang lebih kita kenal dengan ramalan bintang, identik dengan ramalan kita akan masa depan, atau apa yang akan terjadi pada kita di masa yang akan datang. Kita  mengetahui bersama hal ini dilarang oleh Agama manapun khususnya agama kita. Karena dikhawatirkan kita akan lebih mempercayai ramalan-ramalan itu dibandingkan pada Allah SWT, hal ini yang akan membawa kita kedalam kesyirikan.

Ramalan-ramalan ini banyak kita temui di media baik itu cetak maupun elektronik. Bisa dipastikan sebagian orang juga tidak sedikit yang mempercayai terhadap isi ramalan tersebut.Padahal logikanya, kita sendiri ang menetukan masa depan kita.Rajin pangkal pandai, hemat pangkal kaya, dari pepatah itu sudah tergambar  bentuk dan upaya kita dalam menentukan masa depan.

Bukankah setiap manusia telah memiliki nasib sendiri-sendiri? Apakah kita harus pasrah terhadap nasib, yang telah digariskan? Kita mengenal ajaran dalam Islam bahwa nasib suatu kaum hanya dapat diubah oleh kaum itu sendiri.

Astrologi sendiri tidak sempit hanya sebagai ramalan bintang, disini ada sedikit salah kaprah dalam pengartiannya, karena astrologi itu adalah ilmu yang mempelajari tentang perbintangan. Bagaimana jika dengan astrologi kita dapat mengenali kepribadian kita. Yang didapat berdasarkan tanggal lahir kita atau bintang kelahiran dan shio kita.

Tidak sedikit orang yang kurang mengenali akan dirinya sendiri, baik itu kelebihan yang dimiliki dan kelemahannya. Penganalan terhadap diri merupakan modal bagi kita untuk berekspresi, berkarya, dan melakukan sesuatu.

Dengan bantuan astrologi kita dapat mengetahui sifat, potensi, dan juga kelemahan yang ada di dalam diri kita. Dengan mengetahui hal tersebut kita dapat lebih mengenal diri kita. Dalam proses pengenalan diri atau mencari jati diri sering kali bermasalah, terutama di saat usia remaja yang masih labil emosinya, dimana banyak remaja yang pada akhirnya  terjerumus kedalam hal yang negatif dalam proses mengenali jati dirinya.

Hal ini menjadi pertanyaan, apakah kita tidak boleh mengenali diri kita ? apakah kita tidak boleh mengetahui potensi yang kita miliki ? Apakah dilarang untuk mengetahui hal yang berkenaan dengan kepribadian kita ?

Jelas ini berlainan dengan ramalan-ramalan, karena hal-hal tersebut ada di dalam diri kita yang kita belum ketahui. Maksud tulisan ini adalah untuk mempertanyakan  hukum akan  ramalan. Tapi jika diambil substansi (pokok) akan larangan terhadap hal semacam ini  adalah sebagai usaha untuk menjauhkan dari hal yang membuat kita musyrik, untuk itu kita diharapkan berhati-hati.

Agar keraguan-keraguan akan hal di atas dapat terjawab banyak-banyaklah kita lebih mengkaji Islam, yang dapat dilakukan dengan berbagai cara. Kembali kepada Al-Quran dan sunnah adalah jawabannya, mungkin untuk kita dapat mengetahui metode lain untuk mengenali diri kita dalam Al-Quran atau sunah, yang mungkin hukumnya lebih jelas.   Wa-llãhu a‘lam. (ad060103)

 

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: