“SAKRALISASI” MASJID

Sakral yang memiliki arti keramat. Sedang sakralisasi adalah bentuk kata benda dari sakral yang merupakan kata sifat. Sakralisasi hanyalah sebuah istilah untuk menyebutkan suatu tindakan mensakralkan sesuatu, atau mengekramatkan sesuatu.

Masjid lebih dikenal dengan rumah Allah, Sang Pencipta Alam Semesta ini. Masjid adalah tempat yang suci. Tempat bagi umat muslim untuk melakukan ibadah yang bersifat ritual, seperti shalat. Karena tempat ibadah yang bersifat ritual itulah, masjid banyak disakralkan oleh banyak orang.

Pada jaman Nabi dahulu, masjid dibangun sebagai sarana beribadah dan juga sebagai pusat kegiatan umat Islam pada masa itu. Masjid memiliki fungsi yang komplek. Memiliki banyak kegunaan, tidak hanya sebagai sarana bagi orang yang melakukan shalat saja.

Dengan berkembangnya jaman, untuk memudahkan urusan-urusan keduniawian mulai di bangun sarana penunjang dalam melakukan kegiatan. Seperti, tempat pemerintahan, pangadilan atau pun lembaga lainnya yang bersifat keduniawian. Semua itu berkembang seiring komplektisitas dari kehidupan manusia. Dan akhirnya, kebanyakan masjid pada saat ini lebih banyak hanya sebagai sarana ibadah shalat dan paling-paling tempat penyembelihan hewan kurban saat hari raya Idul Adha.

Semakin terseleksinya kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Masjid menjadikan masjid menjadi tempat yang sakral, inilah yang disebut sakralisasi. Terjadi sakralisasi ini menjadikan masjid memiliki suasana yang berbeda, seperti, tempat bagi “mereka” yang merasa dirinya suci saja yang dapat memasukinya. Hal ini dapat dilihat banyaknya masjid yang terasa kosong karena hanya diisi oleh “mereka” yang merasa suci saja. Akhirnya, banyak orang yang merasa dirinya “belum suci” tidak berani untuk melangkahkan kakinya ke Masjid.

Masjid memang tempat yang suci dan harus disucikan, karena bagaimana  pun Masjid adalah tempat ibadah, tapi memberi kesan yang terlalu berlebih akan menyebabkan keengganan dari orang untuk mendatangi masjid. Adab-adab Masjid yang berlaku pun seyogyanya tetap dilaksanakan, karena setiap tempat dipelosok bumi ini pasti memiliki adab yang berbeda sesuai dengan budayanya.

Dan menjadi bahaya bila “pensucian” itu melebihi tingkatannya atau melebihi batas kewajaran. Sekali lagi Masjid adalah tempat yang suci, dan harus lah dijaga baik itu keberadaanya dan kebersihannya. Tapi jangan sampai “menuhankan” masjid.

Kesan yang timbul adalah “pengistimewaan”. Sehingga akan terjebak pada sebuah pandangan Masjid sebagai “tuhan”atau dengan kata lain menuhankan MAsjid.

Dalam penerapan adab-adab, janganlah terlalu keras terhadap orang yang belum memahami adab tersebut karena akan menimbulkan antipati. Yang menjadi tantangan adalah menciptakan suasana masjid yang nyaman dan ramah. Bagaimana  dapat membuat orang memandang masjid seperti rumahnya sendiri, sehingga akan timbul rasa betah dan keinginan untuk kembali lagi.

Orang-orang yang berada di dalam Masjid pun paling tidak ikut mendukung memberikan suasana yang nyaman dan menciptakan keakraban, sehingga orang yang baru atau jarang datang ke Masjid dapat merasa nyaman, bukan sebaliknya memandang sinis, aneh atau pun heran, kepada orang yang baru sekali masuk Masjid. Karena Masjid pada dasarnya adalah tempat yang terbuka bagi siapa saja umat Muslim, tak ada otoritas kepemilikan yang mutlak seperti rumah, Masjid adalah milik seluruh umat Muslim.

Memberikan fungsi yang lebih terhadap Masjid, seperti untuk kegiatan sosial bukanlah sebuah tindakan yang dilarang oleh agama. Dengan begitu Masjid  akan semakin memberikan manfaat bagi orang banyak. Dan terpenting adalah suasana di dalam Masjid.

Bagi “penghuni” Masjid tentu saja memegang peranan penting. Banyak dari “mereka” yang “jarang” datang ke Masjid merasa canggung dan terasing, yang disebabkan “sambutan” yang diberikan oleh “penghuni” Masjid yang seakan menciptakan suasana “dingin”. Menciptakan keakraban, keramahan dan rasa kekerabatan sehingga membuat nyaman bagi siapa saja yang datang ke Masjid, sehingga tak ada lagi orang yang merasa canggung dan asing lagi. Menjadikan Masjid seperti rumah umat Islam, selain tentunya rumah Allah, adalah pekerjaan bersama sebagai upaya memakmurkan Masjid. Wallahualam  (ad280103)

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: