SEMARAK DEMOKRASI

Pintu demokrasi terbuka pada saat terjadi reformasi pada tahun 1998 lalu. Yang ditandai oleh jatuhnya simbol keotoriteran republik ini. Proses demokratisasi yang sedang berjalan sampai saat ini dan belum mencapai tataran ideal yang diharapkan, dan ada tanda-tanda proses pelambatan atau mungkin penghambatan dari yang tak ingin terciptanya demokrasi, yang mungkin disebabkan oleh terancamnya posisi yang dimilikinya saat ini jika proses demokratisasi berjalan dengan benar.

Kebebasan mengemukakan pendapat, kebebasan berkumpul dan kebebasan pers merupakan hal yang dapat dipetik dari terbukanya pintu demokrasi di republik ini. Begitu juga menjamurnya parpol-parpol baru, yang mengusung ide, gagasan dan misi-misi tertentu.

Fenomena ini sangat menarik untuk diamati. Saat ini jika kita berkeliling kota Jakarta atau bahkan keliling republik ini, kita akan banyak mendapati berbagai bentuk macam atribut partai yang terpampang di berbagai tempai. Baik itu bendera, spanduk, pamflet atau hal lain yang dapat digunakan sebagai media “iklan”. Dan terpasang di berbagai sudut tempat, baik jalanan, gedung sampai kerumah.

Sebagai bentuk demokratisasi, yaitu bebas mengekspresikan diri, hal ini tentu saja sulit untuk “ditolak”. Namun demokrasi itu bukan tak ada batasnya, atau rule-nya. Jika tak ada batasan atau rule maka yang terjadi adalah anarki, jika dikaitkan dengan hukum ekonomi, dimana anarki terjadi karena permintaan akan demokrasi lebih besar dibanding dengan penawaran demokrasi.

Kembali pada fenomena pemasangan “iklan partai” yang terjadi diberbagai tempat itu tadi, memberikan kesan begitu semaraknya demokratisasi yang terjadi di republik ini. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah fenomena itu hanya simbol untuk menunjukkan adanya demokratisasi atau memang proses demokratisasi yang sesungguhnya ? Anehnya pemasangan “iklan partai” tersebut terjadi saat masa kampanye masih jauh.

Selain itu, pemasangan “iklan partai” itu juga terkadang tidak memperhatikan nilai-nilai estetika dan terkesan “merusak pemandangan”. Kota Jakarta yang sudah semrawut ini akan tampak lebih semrawut dengan adanya “iklan-iklan” itu tadi. Walaupun warna-warni seperti pelangi, jika tidak memperhatikan nilai estetika dan “kesopanan” tempat akan tampak tak karuan.

Fenomena pemasangan “iklan” tersebut masih belum berakhir, karena “ajang semestinya” masih belum tiba. Bisa dibayangkan jika “ajang semestinya” tiba, seperti apa wajah dari kota ini yang akan dipenuhi oleh “iklan-iklan” tersebut.

Untuk itu, sangat menghimbau kepada pihak yang berwenang untuk “merapikan” “iklan-iklan” tersebut dengan menerbitkan peraturan. Yang tujuan menjaga pemandangan kota ini agar tetap nyaman dan sedap untuk dipandang. Dapat dikatakan pemasangan “iklan” tersebut dapat dikatakan polusi pemandangan.

Peraturan tersebut tidak dapat dikatakan sebagai bentuk penghambatan demokrasi. Justru peraturan yang dibuat menunjukan demokratisasi, karena peraturan ini memberikan “penghormatan” bagi mereka yang merasa terganggu.

Dalam demokrasi terdapat persamaan hak, dan bentuk saling hormat-menghormati, hal inilah yang mendorong untuk diciptakannya peraturan untuk merapikan “iklan partai”. Wassalam. (ad) 230503 pan6� ye�) `� mily:”Calisto MT”,”serif”‘>Bagi “penghuni” Masjid tentu saja memegang peranan penting. Banyak dari “mereka” yang “jarang” datang ke Masjid merasa canggung dan terasing, yang disebabkan “sambutan” yang diberikan oleh “penghuni” Masjid yang seakan menciptakan suasana “dingin”. Menciptakan keakraban, keramahan dan rasa kekerabatan sehingga membuat nyaman bagi siapa saja yang datang ke Masjid, sehingga tak ada lagi orang yang merasa canggung dan asing lagi. Menjadikan Masjid seperti rumah umat Islam, selain tentunya rumah Allah, adalah pekerjaan bersama sebagai upaya memakmurkan Masjid. Wallahualam  (ad280103)

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: