Si Tole (Naskah Drama)

Kisah seorang anak yang mengalami persoalan dalam hidupnya. Persoalan memilih untuk menggapai cita-citanya untuk dapat bersekolah dan menuruti kehendak orang tuanya untuk berhenti sekolah dan membantu orang tuanya bekerja.

Berlatar belakang sebuah keluarga miskin, seorang anak bernama tole dipaksa untuk berhenti bersekolah untuk membantu orang tuanya bekerja. Sedangkan si Tole memiliki bakat dan kemauan yang luar biasa dalam sekolahnya. Dia, berharap dapat membantu orang tuanya dengan mendapatkan beasiswa.

Karena keadaan kemampuan yang terbatas dari keluarga yang pas-pasan yang mendesak bagi orang tua si Tole menuntut si Tole untuk berhenti bersekolah dan membantu bekerja. Karena bagi orang tua si Tole, hal itu jelas lebih menghasilkan dibanding si Tole bersekolah yang belum tentu jelas nantinya akan menjadi apa.

Impian Tole dan kepatuhan pada orang tua yang menjadi masalah bagi Tole. Mengejar impian yang berarti tidak mematuhi orang tua, mematuhi orang tua yang berarti memupuskan impiannya.

(Cerita berada dalam 2 dunia, dunia khayal dan nyata. Dimana dalam dunia nyata, disuguhkan cerita keadaan keluarga Tole yang terdiri dari Ibu, Ayah dan Tole. Dan dunia khayal cerita tentang Tole bersama teman-teman di dunia khayalnya, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong)

Narasi : (Alunan Musik-MC Sabda 1000 th Kalabendu)

Sebuah cerita tentang seorang anak bernama Tole, yang berasal dari keluarga miskin. Ia memiliki cita-cita yang tinggi dan mulia. Dokter, adalah cita-cita yang ingin dicapainya.  Namun, cita-cita yang tinggi itu tentu saja takkan mudah dapat dicapainya. Keadaaan keluarganya tentu akan menjadi salah satu rintangan baginya untuk mencapai cita-citanya. Tapi, tekadnya yang kuat dan semangat membara yang dimilikinya dijadikannya modal baginya untuk meraih cita-citanya. Pertarungan tekad dan semangat melawan keadaaan akan kita saksikan dalam cerita ini. Mampukah si Tole..??

Scene 1 :

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 th Kalabendu) Tole pulang sekolah dengan berjalan kaki. Dalam perjalanannya pulangnya ia memikirkan soal cita-citanya.

(Musik-Lagu soal cita-cita)

Tole :

Mmm, dokter…ingin rasanya ku menjadi seorang dokter. Begitu mulianya tugas seorang dokter, dia dapat membantu orang, bahkan dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Aku berjanji, jika nanti aku bisa menjadi seorang dokter aku akan memberikan pelayanan gratis bagi orang yang tidak mampu. Seperti keluarga ku, hampir tak pernah kami berobat ke dokter karena biaya dan obatnya yang mahal. Tapi…apa iya keluarga ku mampu mendukung ku agar bisa menjadi dokter. Biaya sekolah saat ini saja sudah terasa berat bagi orang tua ku….

(Alunan Musik – Ngelmu Pring – Rotra)

Bagong dkk keluar, sambil menari-nari. Tole terlihatt bingung dengan apa yang terjadi.

Semar :

Wahai, bocah cilik…gerangan apa yang membuat hati mu resah dan gelisah, bagai semut merah yang berbaris di dinding….

Bagong dkk :

Yeee..!!

Tole :

Eh, siapa kalian…?? kok kalian berdandan seperti, badut….??? Mau apa kalian…?? Kalau mau uang, saya ga punya..saya ga punya apa-apa…!!

Bagong :

Wah..wah…jangan takut bocah cilik..

Petruk :

Bocah cilik jangan takut…

Bagong :

Kami ga akan minta apapun dari mu…

Petruk :

Apapun ga akan kami minta dari mu…

Gareng :

Tukang pos bolak balik banyak surat yang diangkut, wahai bocah cilik janganlah takut…

Semar :

Benar, kedatangan kami tak bermaksud buruk atau jahat kok…justru kami ingin membantumu…kamu terlihat gelisah, ada masalah apa..?? ceritaken saja daripada masalah yang kamu miliki, siapa tau kita bisa membantunya…

Bagong :

Iya, cerita saja…

Petruk :

Cerita saja, iya…

Gareng :

Ada gajah bokongnya gede, cerita aja deh…

Tole :

Tapi, aku kan tidak kenal dengan kalian…mau kah kalian memperkenalkan diri dulu…??

Gareng :

Oh, baik-baik…mm, kami ini selebritis di dunia pewayangan, masa kamu tidak tahu..??

Mm, ini yang paling tua dan gendut namanya Kakek semar..saya gareng, beli kangkung naek truk, yang jangkung namanya petruk..Musik dangdut pake gong, yang gendut namanya bagong…

Bagong :

Hei, kang gareng..!!

Petruk :

Kang gareng hei…!!!

Bagong :

Jangan seenaknya dong menyebut orang seperti itu…!!

Petruk :

Orang seperti itu jangan disebut seenaknya dong…

Semar :

Sudah..sudah…kalian ini…bertengkar terus ga ada abisnya…mau kalian di bilang mirip orang…??

Tole :

Hah, kenapa dengan orang…??

Semar :

Ya, orangkan suka bertengkar…Sudah, gimana…?? Kamu jadi mau bercerita daripada masalah mu….??

(Alunan Musik – Rotra – Ngelmu Pring) Tole bercerita…

Bagong :

Bagus itu, cita-cita yang mulia, cah bagus

Petruk :

Mulia cita-citanya…itu bagus, cah bagus…

Gareng :

Kenapa ga jadi artis aja, lebih keren lo…

Semar, Petruk & Bagong :

Gareng..??(Semar) Kang (Bagong & Petruk)

Semar :

Iya bagus itu. Kami akan bantu agar cita-cita mu terwujud…Yakinken dirimu, kuatken tekad mu dan tetap semangat…rintangan dan keterbatasan yang ada niscaya dapat cah bagus lewati…sekarang waktunya dari pada kamu untuk pulang cah bagus, orang tua mu sekarang mungkin membutuhken bantuan mu di rumah…

Gareng :

Mbak yu beli palu buat cabut gigi, yuk cabut dulu, sampai jumpa lagi…

Bagong & Petruk :

Yuk, cah bagus, sampai jumpa lagi…

Semar :

Ayo baris…(Alunan Musik – 2nd Clan – Benthik)

Narasi : (Alunan Musik- MC Sabda 1000 th Kalabendu)

Begitulah kira-kira, cita-cita si Tole…juga halang rintang yang bakalan dihadapinya..benarkah bagong dkk mampu membantu mewujudkannya….??

Scene II :

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

Narator : Lalu bagaimana ya keadaan keluarga si Tole ya…??

Bapak :

Assalamualaikum..

Ibu :

Wassalamualaikum…(Sambil mengasuh bayinya/digendong)

Bapak :

Capenya hari ini…toleeee…tolong sini pijit kaki bapak le…

Ibu :

Gimana dagangannya pae’…?

Bapak :

Ahh…cari uang makin susah bu…hidup makin susah…beberapa hari ini dagangan ku ga pernah abis…

Ibu :

Kok bisa toh pae, gimana buat makan kita, buat sekolah si Tole kalo kaya begitu terus…??

Bapak :

Yahhh, mo gimana lagi bu…gara-gara bensin naek, semuanya juga ikut-ikutan naek…sampe-sampe pungli ikut-ikutan naek, apa hubungannya pungli sama bensin coba, ada aja orang yang ambil kesempatan gara-gara bensin naek…pada cari-cari kesempatan semuanya…blom lagi, gara-gara ada peringatan untuk anak-anak sekolah biar ga jajan sembarangan, karena banyak jajanan yang dianggep ga sehat…

Ibu :

Tapi gimana dong pae’, kalo dagangan ga laku, berarti uang yang kita dapat jadi sedikit,  sedangkan belanjaan harganya naik semua…lama-lama kita bisa ga makan dong pae’…

Bapak :

Yah, makan ga makan asal ngumpul bu…sepertinya orang-orang kaya kita, ga pernah diberi kesempatan buat senang bu…pemerintah juga omongnya doang mau bantu rakyat…rakyat mana yang mereka bantu…?? Mau nolong gimana, wong nyari tempat buat dagang aja susah, kalo pun ada pake bayar pungli, mana mahal bayarnya…. belom lagi si bontot kl nanti sakit, uang dari mana buat berobat dia bu…

Ibu :

Iya nih pae’…akhir-akhir ini si bontot rewel terus, badannya meriang…

Bapak :

Waduh…butuh uang lagi buat brobat bontot maksudmu bu…??…uang dari mana lagi buat berobat…orang-orang seperti kita ini tuh di tuntut supaya sehat selalu, kalo sampe sakit urusannya runyam, bisa-bisa ngutang buat berobat…

Ibu :

Gimana dong pae’…Ya, Gusti Allah, tolong lah hamba mu yang serba kekurangan ini…

Bapak :

Sudahlah bu, yang jelas kita kan sudah berusaha dan tetep berdoa…mungkin nanti ada saatnya kita senang…Cuma harapan yang bisa bikin kita tetap bertahan…(menghela napas)…aku lapar, apa ada makanan untuk ku malam ini bu…?

Ibu :

Tole, tolong ambilin makanan buat bapak mu, di belakang…

(Tole beranjak ke belakang, mengambil makanan dan keluar dengan membawa sebuah piring yang dkemudian diletakkan di meja)

Bapak :

Gimana sekolah si Tole bu…???

Ibu :

Wah, pa.. tadi dia pulang sekolah nunjukin ponten ulangannya, dia dapet nilai 10, paling bagus di kelasnya…(sambil tersenyum)

Bapak :

Sukurlah, masih ada yang bisa kita banggakan, biar kita hidup susah begini, Le..

Tole :

Ya pak…

Bapak :

Oya, besok pagi jangan lupa sebelum berangkat sekolah kamu anterin dulu pesanan buat pak haji ya, jangan sampe telat, nanti dia keburu pergi…soalnya makananya mau di bawa pergi…

Tole :

Ya pak, besok sebelum ke sekolah Tole mampir ke rumah pak Haji buat antar pesanannya…

Closing : (Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

Scnen III :

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

Didalam kamarnya si Tole sedang belajar…tapi dia susah untuk konsentrasi setelah mendengar permasalahan keluarganya. Dia, tidak saja gelisah akan cita-citanya, tapi juga soal kehidupan keluarganya yang makin berasa memprihatinkan.

Tole :

Aduh, gimana ya…bapak ku sekarang makin susah untuk menafkahi hidup keluarga…hanya bapak saja yang cari uang untuk menghidupi keluarga ini…sedangkan aku hanya sekolah dan tak bisa menghasilkan apa-apa buat keluarga ini…apakah aku harus berhenti sekolah, membantu bapak cari uang…siapa tau dengan aku bekerja aku bisa membantu keluarga…biar si bontot bisa berobat ke dokter..tak apa aku ga bisa melanjutkan sekolah lagi, asal si bontot bisa hidup sehat…

Ibu :

(Masuk kamar Tole)

Le, kamu jangan tidur malam-malam ya…biar besok ga kesiangan…pagi-pagi kamu harus nganter pesanan buat pak haji lo…

Tole :

Iya bu, sebentar lagi tole tidur kok…

(Setelah mendengar jawaban, Ibu pergi meninggalkan kamar Tole)

(Alunan Musik – Rotra – Ngelmu Pring) Bersamaan alunan musik bagong dkk keluar…

Bagong :

Weleh..weleh…ada apa gerangan cah bagus…

Petruk :

Cah bagus ada apa gerangan..??

Bagong :

Bukannya belajar kok malah melamun…

Petruk :

Kok malah melamun bukannya belajar..

Gareng :

Matahari terbit di hari fajar, si kancil nyolong timun, bukannya belajar kok malah melamun…

Semar :

Ya, kami sudah dengarken dari pada masalah yang menimpa keluargamu le…Tapi, kamu harus tetap memiliki tekad yang kuat dan terus rajin dan tekun belajar…

Bagong :

Ya, rajin dan tekun belajar…

Petruk :

Tekun dan rajin belajar…Ya…

Semar :

Yakinlah bagaimanapun keadaannya tetap masih ada peluang…kamu jangan patah semangat ya le…

Gareng :

Bagong pergi kesebelah nyari air hangat, janganlah patah semangat…

Bagong :

Benar le…dari pada kamu patah semangat lebih baik kita bermain yuk…

(Mereka berembuk dan bermain si buta – Alunan Musik – Green Peanuts – Kacang Ijo)

Ibu :

Le…!!! Sudah malam, jangan berisik…!!!

Tole :

Ssstt…(Bergegas Tidur)

(Bagong dkk berusaha sembunyi..Semar, Gareng & Petruk keluar ruangan dan meninggalkan bagong yang masih berusaha menebak-nebak…lalu dia tersadar dan membuka ikatan penutup matanya)

(Alunan Musik – Jahanam – Cintamu sepahit Topi Miring)

Scene IV :

Narator :

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

Ya..Tekad yang hampir pudar, dan semangat yang hampir hilang dari Tole coba dibangkitkan lagi oleh Bagong dkk…Dalam keadaan sesulit apapun pastilah masih ada secercah peluang, ayo tole tetap semangat…!!! Pada suatu hari ada kejadian yang sedikit menggembirakan bagi keluarga si Tole…apa ya kejadian itu..?? Yuk kita lanjut mang….

(Rumah Tole, sore hari…Bapak baru pulang dari berdagang..Ibu sedang mengasuh bontot Tole sedang belajar di lantai…Ayah membawa sebuah bungkusan)

Bapak :

Assalamualaikum…

Ibu & Tole :

Walaikumsalam…

Bapak :

Bu…Allhamdulillah Bu…(ceria) walaupun hari ini dagangan ku tak selaris dulu, tp aku dapat rejeki nomplok…Lihat..! (Sambil menunjukkan isi bungkusan)…aku mendapat celana dari salah satu orang tua murid…masih bagus nih (Ibu menghampiri seraya memperhatikan celana itu..)

Ibu :

Wah, iya pae’…

Bapak :

Tapi sayangnya, celana ini kepanjangan…mmm…aku minta tolong pada kalian, kalau sempet, nanti malam potong celana ini kira-kira sejengkal…biar besok aku bisa pakai…aku taruh celananya di meja ya…(Bapak menaruh celana itu di meja)

Ibu & Tole :

Baik pak (Ibu)…Beres pak (Tole)

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

(Lalu pada malam harinya)

Bapak :

Mmmhh….(Merentangkan tangan) aku khawatir mereka tidak sempat bangun…baiknya aku potong sendiri saja lah…sejengkal…(Memotong celana) ahh…pas nih…

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

(Bapak masuk kamar…beberapa waktu kemudian Ibu Bangun)

Ibu :

Tadi sore bapak pesan untuk memotongkan celananya…mmm, sejengkal…(Memotong celana) dah beres…pasti bapak besok akan terlihat gagah dengan celana barunya….mmm…jadi teringat waktu dulu muda…seorang pemuda tampan dan gagah yang akhirnya jadi suami ku sekarang (sambil tersipu malu)

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

(Alunan Musik – Rotra – Ngelmu Pring) Bersamaan alunan musik Tole beserta bagong dkk keluar…

Tole :

(Berjalan kearah meja sambil mengucek matanya)

Tadi kalo tidak salah yang di potong ukurannya sejengkal deh…(Memotong celana) duh, jadi ga sabar liat Bapak pakai celana baru…seperti apa ya dia…??

(Alunan Musik – Rotra – Ngelmu Pring)

Narator :

Keesokan paginya… (Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

Bapak :

Buuu…!!! Leee….!! (Ibu dan Tole segera keluar dengan tergesa) Waduh, gimana ini…kok celana ku jadi pendek begini…bagaimana aku mau pake…?? Aku kan hanya butuh sejengkal saja untuk di potong…

Ibu :

Waduh…aku Cuma memotong celana itu sejengkal kok pak…

Tole :

Tole juga pak…Cuma sejengkal…kalo ga percaya tanya saja sama Ba…

Bapak :

Hah…!!! jadi kalian ikut motong juga…pantesan…yaahhh, celana ku….

Scene V :

Narator :

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

Tak seperti biasanya, lepas magrib bapak meminta anggota keluarganya berkumpul. Ibu, Tole dan si bontot berkumpul di ruang tengah yang juga jadi ruang tamu, ruang keluarga dan ruang makan itu. Biasanya kalau sudah begini, bapak ingin berbicara sesuatu yang serius. Apakah soal celananya yang kemarin…?? Yuk, kita liat…

Bapak :

Le, gimana sekolah mu…??

Tole :

Lancar-lancar aja kok pak…mm, besok tole ada ujian, kalau Tole bisa dapat nilai bagus, Tole akan dapat beasiswa pak. Jadi Tole sekolah ga perlu bayar lagi…

Ibu :

Gratis maksud mu le…??

Tole :

Iya, bu…jadi bapak dan Ibu ga perlu lagi keluar duit untuk sekolah Tole…Tapi , itu tadi…Tole harus dapat nilai bagus biar dapat beasiswanya bu…

Bapak :

Kamu yakin kamu bisa le..??

Tole :

Insya Allah pak…do’a dan restu dari Bapak dan Ibu tentu akan sangat membantu Tole dapat nilai bagus….

Ibu :

Bener le…usahamu yang sungguh-sungguh ya le…

Bapak :

(Menarik nafas) Begini, masalahnya sekarang, kebutuhan keluarga kita sulit untuk terpenuhi kalo hanya mengandalkan dagangan bapak…bapak, minta pengertian mu le…bapak minta kamu berhenti sekolah dan ikut cari duit buat keluarga, gimana..?

Ibu :

Apa pak..!!??? Tole, brenti sekolah..??? Oalah pae’….Apa pae’ udah gila…?…Tidak!! Tole harus tetap sekolah…!!! Apa yang bisa dia kerjakan untuk cari duit pak…???

Bapak :

Bu..dengar dulu…si Tole mungkin lebih berguna bagi keluarga kita kalo dia bisa ikut cari duit…dia bisa berjualan es atau jualan koran, atau apa saja untuk mencari tambahan buat keluarga kita…

Ibu :

Nggak pak…!! Ibu ga setuju…!! Tole belum waktunya untuk cari duit, dia masih terlalu kecil…biar dia sekolah…apalagi dia besok mau ujian untuk dapat beasiswa..

Bapak :

Bu…hasil dagangan bapak sekarang, hanya mampu untuk bayar kontrakan rumah ini saja…tidak cukup lagi buat makan kita bu…

Ibu :

Bapak ini hanya memikirkan kebutuhan sesaat  saja…!! Pokoknya Tole harus sekolah…!!!

(Bagong dkk, keluar mereka mengamati apa yang terjadi)

Bapak :

Kebutuhan sesaat gimana maksud ibu..?? Bu…Bapak tau, sekolah itu baik, Tole memang harus sekolah buat masa depannya…Bapak juga sebenarnya ga mau Tole putus sekolah bu…Tapi…keadaan yang memaksa bu…Tolong Ibu bisa mengerti…lagian, belum tentu juga Tole sekolah tinggi-tinggi baik untuk kita…Coba liat, berapa banyak tuh sarjana yang masih nganggur, sekolah mereka tinggi-tinggi bu, tapi ga dapat kerja…jadi mending si Tole kerja, jelas hasilnya dibanding sekolah yang belum tentu jelas nantinya…

Ibu :

Tuh kan, cuma duit yang bapak pikirin…apa namanya kalo bukan kebutuhan sesaat…??!! Tidak pak, tidak…!! Bapak ingat ga, waktu kita memasukkan Tole ke sekolah…?? Kita berjanji akan menyekolahkan Tole setinggi-tingginya…Kita akan berkorban apa saja, biar tole bisa terus sekolah…

Bapak :

Iya sih…

Ibu :

Kita berharap padanya, dengan dia bersekolah dia dapat hidup lebih baik nantinya, tidak seperti kita pak…Kemiskinan yang kita alami akan menurun padanya, jika Tole putus sekolah…apa bapak mau itu…?? beri kesempatan dia, pak..

Bapak :

Bu…

Ibu :

Pokonya kasih Tole kesempatan pak…!!!  Kita harus berkorban pak…kalo tidak, kemiskinan yang kita alami akan terus turun temurun sampai anak cucu kita..

Bapak :

Ya…tapi apa bisa ibu memastikan kalo Tole sekolah sampe tinggi akan mudah buat dia dapat kerja…??

Ibu :

Insya Allah…

Bapak :

Ibu jangan mengharapkan yang tidak pasti seperti itu bu….yang pasti-pasti sajalah…

Ibu :

Tidak pasti gimana…?? Paling tidak, kalo Tole sekolahnya sampe tinggi dia masih punya peluang dapat kerjaan yang lebih baik dari bapak, yang Cuma dagang jajanan saja..!! kalo Tole sampe putus sekolah masa depannya ga akan beda sama kita pak…!!

Bapak :

Ya, tapi itu semuakan masih tidak pasti…

Ibu :

Bapak ga percaya sama Gusti Allah..??? Gusti Allah, akan memberi jika kita juga berusaha, siapa lagi yang dapat merubah nasib kita kalo bukan kita sendiri…

Bapak :

Ya ini kan bagian dari usaha kita bu…

Ibu :

Bukan begini caranya pak …!!

Tole :

Mmm, pak….

Bapak :

Ada apa le…??

Tole :

Mmmm, Tole akan bantu bapak jualan, tapi Tole, jangan putus sekolah…Tole yakin pak kalo Tole bisa dapat beasiswa..

Ibu :

Tuh liat, dia yakin pak…kita harus dukung dong…

Tole :

Tole janji akan bantu bapak jualan sepulang sekolah…

Ibu :

Jangan…!! Biar ibu saja yang bekerja…Ibu akan coba cari kerjaan buat bantu cari uang…Ibu akan cari keluarga yang butuh tenaga untuk cuci gosok baju..

Bapak :

Begini saja…kita tunggu besok hasil ujian Tole…kalo Tole bisa dapat beasiswa, Tole akan tetap sekolah..tapi kalo tidak, Tole terpaksa putus sekolah…gimana…??

Ibu :

Kita tunggu besok…sekarang mari kita bersama berdoa pada Gusti Allah, berharap ridhonya…semoga Dia dapat memberikan yang terbaik buat kita…

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

Narator :

Sungguh sulit hidup keluarga Tole…keinginan untuk tetap bersekolah terbentur oleh keadaan yang sulit…betapa beruntungnya bagi kita-kita yang masih bisa bersekolah tanpa harus menemui keadaan yang sulit seperti keluarga Tole…Tekad yang kuat dari Tole dan ketegaran dari Ibu akhirnya mampu memberi kesempatan bagi Tole…

(Tole sedang tidur dikamarnya, Ibu menghampiri Tole..Memperhatikan Tole, mengusap wajahnya…Alunan Musik – Kill The DJ – Sinom 231 & Lingsir Wengi)

Ibu :

Setitik cerah di langit yang gelap nan kelabu

Jalan terjal dan berliku tuk menuju

Bermodal tekad, semangat dan keyakinan ke arah yang di tuju

Ya, Gusti Allah bantulah hamba mu….

(Alunan Musik- MC Sabda 1000 thn Kalabendu)

Narator :

Keesokannya, keluarga Tole berharap-harap cemas akan hasil ujian Tole, terutama Ibu, yang masih ingin Tole tetap sekolah….kesempatan yang mungkin akan sulit lagi didapatkan…mampukah tekad, semangat dan ketegaran mampu mengalahkan keadaan….???

Tole :

Bu…Pak….aku berhasil…. aku berhasil…. aku berhasil bu….aku dapat beasiswa….!!!

(Berlari, diikuti Bagong dkk)

(Serentak meraka berdua menyambut gembira Tole….)

(Alunan Musik – Rotra – Ngelmu Pring)

Narator :

Yahh..akhirnya….tekad, semangat dan ketegaranlah yang memenangkan pertarungan kali ini…selamat ya le…sesulit apapun keadaan pastilah masih ada sedikit peluang dan kesempatan, dan jangan lupa…kalo Gusti Allah pasti akan bersama kita….ya, demikian kisah si Tole…sampai jumpa lagi dimasa akan datang…tetap semangat…Merdeka…Merdeka…Merdeka…!!!

 -TAMAT-

Published by andidarmawan80

a Regular People

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: